Raih Peringkat Dua WAG 2023

Raih Peringkat Dua WAG 2023

Raih Peringkat Dua WAG 2023, Tim Indonesia Disambut Pengalungan Bunga dan Langsung Fokus Paralimpiade 2024 Paris

Raih Peringkat Dua WAG 2023. Pada ajang World Artistic Gymnastics Championships (WAG) 2023 yang baru saja berlangsung, tim Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dalam kompetisi tersebut. Keberhasilan ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi Indonesia, yang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam olahraga ini.

Setelah berhasil meraih peringkat kedua, tim Indonesia disambut dengan pengalungan bunga oleh para penggemar yang antusias. Para atlet dan pelatih merasa sangat bangga dengan prestasi yang mereka raih dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia.

Keberhasilan ini tidak didapatkan dengan mudah. Para atlet Indonesia telah bekerja keras dan melalui latihan yang intensif untuk mencapai performa terbaik mereka. Mereka telah menghadapi berbagai tantangan dan mengatasi segala hambatan yang ada, sehingga dapat meraih hasil yang memuaskan di ajang WAG 2023.

Tidak hanya itu, keberhasilan ini juga merupakan langkah yang signifikan dalam mengembangkan olahraga senam artistik di Indonesia. Dengan adanya prestasi ini, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga ini dan mendorong generasi muda untuk mengembangkan bakat mereka dalam senam artistik.

Setelah meraih peringkat kedua di WAG 2023, tim Indonesia segera beralih fokus ke ajang Paralimpiade 2024 yang akan diselenggarakan di Paris. Para atlet dan pelatih sedang mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi kompetisi ini.

Paralimpiade adalah ajang olahraga internasional yang diikuti oleh para atlet dengan disabilitas. Indonesia akan mengirimkan tim yang terdiri dari atlet-atlet yang berbakat dan berdedikasi untuk berkompetisi di Paralimpiade 2024.

Raih Peringkat Dua WAG 2023

Persiapan tim Indonesia untuk Paralimpiade 2024 meliputi latihan fisik, teknik, dan taktik yang intensif. Para atlet dan pelatih bekerja sama untuk meningkatkan performa mereka dan mempersiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi kompetisi ini.

Tidak hanya itu, tim Indonesia juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. Dukungan ini sangat penting dalam memotivasi para atlet untuk memberikan yang terbaik di ajang Paralimpiade 2024.

Tim Indonesia berharap dapat meraih hasil yang membanggakan di Paralimpiade 2024 dan mempersembahkan prestasi bagi bangsa. Mereka akan berjuang dengan penuh semangat dan kegigihan untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Keberhasilan tim Indonesia dalam meraih peringkat kedua di WAG 2023 merupakan bukti nyata bahwa olahraga senam artistik di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya prestasi ini, diharapkan dapat muncul lebih banyak atlet-atlet berbakat yang akan mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional di masa depan.

Raih Peringkat Dua WAG 2023

Para atlet Indonesia yang telah meraih peringkat kedua di WAG 2023 patut mendapatkan apresiasi dan penghargaan atas kerja keras dan dedikasi mereka. Mereka adalah teladan bagi generasi muda Indonesia untuk tidak pernah menyerah dan selalu berjuang untuk meraih impian mereka.

Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet Indonesia untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kami bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh tim Indonesia dan berharap dapat melihat prestasi yang lebih gemilang di masa depan.

Cengkareng: Kontingen Indonesia yang tampil di World Abilitysport Games (WAG) 2023 di Nakhon Ratchasima, Thailand, telah tiba ke tanah air. Sukses merebut 39 medali emas, 19 perak, dan 6 perunggu, membuat Indonesia berhasil menembus peringkat dua.

Kepulangan patriot olah raga disabilitas nasional itu disambut pengalungan bunga oleh Staf Khusus Menpora Bidang Peningkatan Predtasi dan Pengembangan Industri Olahraga Ardima Rama Putra, dan Plt. Asisten Deputi Olahraga Andalan Budi Ariyanto Muslim di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (09/12) malam.

Raih Peringkat Dua WAG 2023

Ardima Rama Putra yang juga merangkap CdM kontingen Indonesia mengatakan sangat bangga dengan pencapaian prestasi Indonesia di WAG 2023. Terlebih, hasil di event ini melebihi target yang sudah ditetapkan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan Kemenpora.

“Hasil ini sangat membanggakan untuk Indonesia karena tidak hanya level Asia, tahun ini kita sudah lewati dua ajang para, yaitu Asean Para Games dan Asian Para Games yang mana dua-duanya sudah melampaui target dan sudah membanggakan Indonesia,” kata Dima.

Kontingen Indonesia sukses merebut 39 medali emas, 19 perak, dan 6 perunggu di WAG 2023. Leani Ratri Oktila dkk., sukses menempati peringkat kedua klasemen akhir WAG 2023.

“Kita sukses meraih peringkat dua di World Abilitysport Games di Thailand, tapi ada satu event besar lagi di tahun depan yakni Paralimpiade 2024 di Paris,” ujar Dima.

“Untuk menjaga performa bagus di Paralimpiade 2024 kita harus tetap menyemangati kawan-kawan atlet dan yang pasti dukungan dari pemerintah tidak berhenti sampai sini,” tutup Dima.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan Mengepal : Merupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaitu: Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis

By seohalf